Sudah sampaikah kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?

berita tentang (hari Kiamat)?.



.هَلْ أَتٰىكَ حَدِيثُ الْغٰشِيَةِ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 1).

(Apakah) telah (datang kepadamu berita tentang hari kiamat) hari kiamat yang dinamakan hari yang menutupi karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.



.وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خٰشِعَةٌ
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 2).

(Banyak muka pada hari itu) yang dimaksud dengan ungkapan lafal Wujuuh atau muka adalah orang-orangnya, demikian lafal yang sama sesudahnya nanti (tunduk) terhina.



.عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
(karena) bekerja keras lagi kepayahan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 3).

(Pekerja keras lagi kepayahan) maksudnya dalam keadaan lelah dan payah karena diikat dengan rantai dan belenggu.




تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 4).

(Memasuki) dapat dibaca Tashlaa dan Tushlaa, jika dibaca Tushlaa artinya dimasukkan ke dalam (api yang sangat panas).



.تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 5).

(Diberi minum dari sumber yang sangat panas) atau dengan air yang sangat panas.



.لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 6).

(Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri) Dharii' adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena duri itu keras lagi kotor.



.لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِنْ جُوعٍ
yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 7).

"(Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar).


Penjelasan di syurga

.وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 8).

(Banyak muka pada hari itu berseri-seri) atau tampak cerah dan cantik.




.لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ
"merasa senang karena usahanya (sendiri),
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 9).

(Karena usahanya) sewaktu di dunia yaitu karena ketaatannya (mereka merasa senang) di alam akhirat, yaitu sewaktu mereka melihat pahalanya.



فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
"(mereka) dalam surga yang tinggi,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 10).

(Dalam surga yang tinggi) secara nyata dan dapat mereka rasakan.



.لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لٰغِيَةً
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 11).

(Tidak kamu dengar) dapat dibaca Tasma'u dan Yasma'u, jika Yasma'u artinya tidak dia dengar (di dalamnya perkataan yang tak berguna) tiada seorang yang berkata melantur yang tidak ada gunanya.




.فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
"Di sana ada mata air yang mengalir."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 12).

(Di dalamnya ada mata air yang mengalir) lafal `Ainun sekalipun bentuknya Mufrad tetapi maknanya jamak.



.فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 13).

(Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan) yaitu tempat kedudukan dan derajatnya ditinggikan.



.وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ
dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 14).

(Dan gelas-gelas) yakni tempat-tempat untuk minum tanpa gagang (yang terletak) di setiap tepi mata air yang disediakan untuk peminum-peminumnya.




.وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 15).

"L(Dan bantal-bantal) untuk bersandar (yang tersusun) atau dalam keadaan tersusun untuk tempat bersandar.



.وَزَرَابِىُّ مَبْثُوثَةٌ
dan permadani-permadani yang terhampar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 16).

(Dan permadani-permadani) yaitu permadani yang empuk lagi tebal (yang terhampar) dalam keadaan terbentang.



.أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
Maka tidaklah mereka memerhatikan unta, bagaimana diciptakan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 17).

(Maka apakah mereka tidak memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi keinginan mengambil pelajaran; yang dimaksud adalah orang-orang kafir Mekah (unta bagaimana dia diciptakan?).




.وَإِلَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Dan langit, bagaimana ditinggikan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 18).

(Dan langit, bagaimanakah ia ditinggikan?).




.وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 19).

(Dan gunung-gunung, bagaimana ia dipancangkan?).



.وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
Dan bumi bagaimana dihamparkan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 20).

(Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?) maksudnya dijadikan sehingga terhampar. Melalui hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan tentang kekuasaan Allah swt. dan keesaan-Nya. Pembahasan ini dimulai dengan menyebut unta, karena unta adalah binatang ternak yang paling mereka kenal daripada yang lain-lainnya. Firman Allah "Suthihat" jelas menunjukkan bahwa bumi itu rata bentuknya. Pendapat inilah yang dianut oleh para ulama Syara'. Jadi bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu konstruksi. Masalah ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan salah satu rukun syariat.




.فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنْتَ مُذَكِّرٌ
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 21).

(Maka berilah peringatan) berilah mereka peringatan yang mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya (karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.



.لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 22).

(Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka) menurut suatu qiraat lafal Mushaithirin dibaca Musaithirin yakni dengan memakai huruf Sin bukan Shad, artinya menguasai mereka. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berjihad.



.إِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَ
kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 23).

(Kecuali) tetapi (orang yang berpaling) dari keimanan (dan kafir) kepada Alquran, artinya ingkar kepadanya.




.فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 24).

(Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar) yaitu azab di akhirat dan azab di dunia dengan dibunuh dan ditawan.



.إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَابَهُمْ
Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 25).

(Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka) maksudnya mereka akan kembali kepada-Nya sesudah mati.




.ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 26).

(Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka) atau memberikan balasan kepada mereka, Kami sama sekali tidak akan membiarkan mereka begitu saja, mereka pasti Kami hisab.


Sumber: http://goo.gl/MqhPUj

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Terimakasih telah berkunjung, jika ada kritik dan saran mohon beritahu kami di komentar