وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِ
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
(QS. At-Tariq: Ayat 1).
Demi langit dan yang datang pada malam hari) lafal Ath-Thaariq pada asalnya berarti segala sesuatu yang datang pada malam hari, antara lain ialah bintang-bintang, karena bintang-bintang baru muncul bila malam tiba.
وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُ
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?.
(QS. At-Tariq: Ayat 2).
(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui (apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf'ul kedua dari lafal Adraa. Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu; selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.
النَّجْمُ الثَّاقِبُ
"(Yaitu) bintang yang bersinar tajam,"
(QS. At-Tariq: Ayat 3.
(Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) kegelapan malam. Yang menjadi Jawab Qasam ialah.
إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ
setiap orang pasti ada penjaganya.
(QS. At-Tariq: Ayat 4).
(Tidak ada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya) jika dibaca Lamaa tanpa memakai Tasydid, berarti huruf Maa adalah huruf Zaidah, dan In adalah bentuk Takhfif dari Inna sedangkan Isimnya tidak disebutkan, dan huruf Lamnya adalah huruf Fariqah. Artinya sesungguhnya setiap diri itu ada penjaganya. Jika dibaca Lammaa dengan memakai Tasydid, berarti In adalah bermakna Nafi, sedangkan Lammaa bermakna Illaa; artinya tiada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya, yakni penjaga yang terdiri dari malaikat; malaikat penjaga itu bertugas untuk mencatat amal baik dan amal buruknya.
فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسٰنُ مِمَّ خُلِقَ
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
(QS. At-Tariq: Ayat 5).
(Maka hendaklah manusia memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi dengan mempelajarinya (dari apakah dia diciptakan?) artinya berasal dari apakah dia tercipta?.
خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَافِقٍ
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
(QS. At-Tariq: Ayat 6).
(Dia diciptakan dari air yang terpancar) yakni yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim wanita.
يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
(QS. At-Tariq: Ayat 7).
(Yang keluar dari antara tulang sulbi) laki-laki (dan tulang dada) perempuan.
إِنَّهُ ۥ عَلٰى رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).
(QS. At-Tariq: Ayat 8).
(Sesungguhnya Dia) yakni Allah swt. (untuk mengembalikannya) atau menghidupkan kembali manusia setelah mati (benar-benar kuasa) maka apabila manusia itu benar-benar memperhatikan asal mula kejadiannya, niscaya dia akan menyimpulkan, bahwasanya Yang Maha Kuasa menciptakan demikian, berkuasa pula untuk menghidupkannya kembali.
يَوْمَ تُبْلَى السَّرَآئِرُ
Pada hari ditampakkan segala rahasia,
(QS. At-Tariq: Ayat 9).
(Pada hari ditampakkan) maksudnya, diuji dan dibuka (segala rahasia) yaitu hal-hal yang terkandung di dalam kalbu berupa keyakinan-keyakinan dan niat-niat.
فَمَا لَهُ ۥ مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong."
(QS. At-Tariq: Ayat 10).
(Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit (suatu kekuatan pun) yang dapat melindunginya dari azab (dan tidak pula seorang penolong pun) yang dapat menolak azab Allah.
وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجْعِ
Demi langit yang mengandung hujan,"
(QS. At-Tariq: Ayat 11).
(Demi langit yang mengandung hujan) hujan dinamakan Ar-Raj'u karena berulang datang pada musimnya.
وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,"
(QS. At-Tariq: Ayat 12).
(Dan demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan) maksudnya retak-retak karena daripadanya keluar tumbuh-tumbuhan.
إِنَّهُ ۥ لَقَوْلٌ فَصْلٌ
sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil).
(QS. At-Tariq: Ayat 13).
(Sesungguhnya Alquran itu) yakni wahyu Alquran (benar-benar firman yang memutuskan) yang memisahkan antara perkara yang hak dan perkara yang batil.
وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ
dan (Al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan.
(QS. At-Tariq: Ayat 14).
(Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau) atau mainan dan kebatilan.
إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا
"Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,"
(QS. At-Tariq: Ayat 15).
(Sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka melakukan tipu daya yang jahat terhadap diri Nabi muhammad saw.
وَأَكِيدُ كَيْدًا
dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.
(QS. At-Tariq: Ayat 16).
(Dan Aku pun membuat rencana pula dengan sebenar-benarnya) maksudnya, Aku biarkan mereka bersenang-senang sesuka hatinya, tanpa mereka sadari bahwa hal itu merupakan Istidraj dari Aku, yang kelak Aku akan mengazab mereka dengan sepedih-pedihnya.
فَمَهِّلِ الْكٰفِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًۢا
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu.
(QS. At-Tariq: Ayat 17).
(Karena itu beri tangguhlah) hai Muhammad (orang-orang kafir itu, beri tangguhlah mereka) lafal Amhilhum mengukuhkan makna yang terkandung di dalam lafal Famahhil; dianggap baik karena lafalnya berbeda dengan yang pertama, artinya tangguhkanlah mereka itu (barang sebentar) dalam waktu yang singkat. Lafal Ruwaidan adalah mashdar yang mengukuhkan makna 'Amilnya. Ia adalah bentuk Tashghir dari lafal Rawdun atau Arwaadun yang mengandung makna Tarkhiim. Dan Allah swt. benar-benar mengazab orang-orang kafir itu dalam perang Badar. Akan tetapi ayat penangguhan ini dinasakh oleh ayat perang, yakni Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya berjihad memerangi mereka.
baca ju: Kisah wanita cantik punya suami tua dan berakhlak buruk
sumber: http://goo.gl/MqhPUj

Tiada ulasan:
Catat Ulasan
Terimakasih telah berkunjung, jika ada kritik dan saran mohon beritahu kami di komentar