Jadikanlah diri kalian ibarat setangkai bunga yang berduri yang memberi

Keindahan setangkai bunga tiadalah sebuah arti jika tak lagi memiliki madu.

Wahai para Ukhty-ukhty yang seiman dan seagama jadikanlah diri kalian ibarat setangkai bunga yang berada ditengah jurang indah dilihat susah untuk mendapatkannya dan butuh sebuah pengorbanan untuk memetiknya untuk dimiliki.

Sebagaimana Allah berfirman

وَقُل لِّلْمُؤْمِنٰتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصٰرِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا  ۖ  وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوبِهِنَّ  ۖ  وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ ءَابَآئِهِنَّ أَوْ ءَابَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَآئِهِنَّ أَوْ أَبْنَآءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ إِخْوٰنِهِنَّ أَوْ بَنِىٓ أَخَوٰتِهِنَّ أَوْ نِسَآئِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمٰنُهُنَّ أَوِ التّٰبِعِينَ غَيْرِ أُولِى الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلٰى عَوْرٰتِ النِّسَآءِ  ۖ  وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ  ۚ  وَتُوبُوٓا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung."
(QS. An-Nur: Ayat 31)

Allah SWT juga berfirman:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِينَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِينَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِينَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِينَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصّٰٓئِمِينَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذّٰكِرٰتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."
(QS. Al-Ahzab: Ayat 35)

Allah SWT berfirman juga:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ ٓ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ  ۗ  وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۥ  فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِينًا
"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata."
(QS. Al-Ahzab: Ayat 36)
Sumber

Maka dari itu Jadikanlah diri kalian ibarat setangkai bunga yang berduri yang memberi sebuah keindahan yang istimewa namun memiliki duri untuk menjaganya dari kumbang..
Baca juga 8 golongan wanita penghuni neraka.


Apakah itu yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan



وَالسَّمَآءِ وَالطَّارِقِ
Demi langit dan yang datang pada malam hari.
(QS. At-Tariq: Ayat 1).

Demi langit dan yang datang pada malam hari) lafal Ath-Thaariq pada asalnya berarti segala sesuatu yang datang pada malam hari, antara lain ialah bintang-bintang, karena bintang-bintang baru muncul bila malam tiba.

وَمَآ أَدْرٰىكَ مَا الطَّارِقُ
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?.
(QS. At-Tariq: Ayat 2).

(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui (apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf'ul kedua dari lafal Adraa. Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu; selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.

النَّجْمُ الثَّاقِبُ
"(Yaitu) bintang yang bersinar tajam,"
(QS. At-Tariq: Ayat 3.

(Yaitu bintang) yakni bintang Tsurayya, atau semua bintang (yang cahayanya menembus) kegelapan malam. Yang menjadi Jawab Qasam ialah.

إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَّمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ
setiap orang pasti ada penjaganya.
(QS. At-Tariq: Ayat 4).

(Tidak ada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya) jika dibaca Lamaa tanpa memakai Tasydid, berarti huruf Maa adalah huruf Zaidah, dan In adalah bentuk Takhfif dari Inna sedangkan Isimnya tidak disebutkan, dan huruf Lamnya adalah huruf Fariqah. Artinya sesungguhnya setiap diri itu ada penjaganya. Jika dibaca Lammaa dengan memakai Tasydid, berarti In adalah bermakna Nafi, sedangkan Lammaa bermakna Illaa; artinya tiada suatu jiwa pun melainkan ada penjaganya, yakni penjaga yang terdiri dari malaikat; malaikat penjaga itu bertugas untuk mencatat amal baik dan amal buruknya.

فَلْيَنْظُرِ الْإِنْسٰنُ مِمَّ خُلِقَ
Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan.
(QS. At-Tariq: Ayat 5).

(Maka hendaklah manusia memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi dengan mempelajarinya (dari apakah dia diciptakan?) artinya berasal dari apakah dia tercipta?.

خُلِقَ مِنْ مَّآءٍ دَافِقٍ
Dia diciptakan dari air (mani) yang terpancar,
(QS. At-Tariq: Ayat 6).

(Dia diciptakan dari air yang terpancar) yakni yang dipancarkan oleh laki-laki ke dalam rahim wanita.

يَخْرُجُ مِنۢ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَآئِبِ
yang keluar dari antara tulang punggung (sulbi) dan tulang dada.
(QS. At-Tariq: Ayat 7).

(Yang keluar dari antara tulang sulbi) laki-laki (dan tulang dada) perempuan.

إِنَّهُ ۥ  عَلٰى رَجْعِهِۦ لَقَادِرٌ
Sungguh, Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup setelah mati).
(QS. At-Tariq: Ayat 8).

(Sesungguhnya Dia) yakni Allah swt. (untuk mengembalikannya) atau menghidupkan kembali manusia setelah mati (benar-benar kuasa) maka apabila manusia itu benar-benar memperhatikan asal mula kejadiannya, niscaya dia akan menyimpulkan, bahwasanya Yang Maha Kuasa menciptakan demikian, berkuasa pula untuk menghidupkannya kembali.

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَآئِرُ
Pada hari ditampakkan segala rahasia,
(QS. At-Tariq: Ayat 9).

(Pada hari ditampakkan) maksudnya, diuji dan dibuka (segala rahasia) yaitu hal-hal yang terkandung di dalam kalbu berupa keyakinan-keyakinan dan niat-niat.

فَمَا لَهُ ۥ  مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ
maka manusia tidak lagi mempunyai suatu kekuatan dan tidak (pula) ada penolong."
(QS. At-Tariq: Ayat 10).

(Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu) yaitu bagi orang yang tidak mempercayai adanya hari berbangkit (suatu kekuatan pun) yang dapat melindunginya dari azab (dan tidak pula seorang penolong pun) yang dapat menolak azab Allah.

وَالسَّمَآءِ ذَاتِ الرَّجْعِ
Demi langit yang mengandung hujan,"
(QS. At-Tariq: Ayat 11).

(Demi langit yang mengandung hujan) hujan dinamakan Ar-Raj'u karena berulang datang pada musimnya.

وَالْأَرْضِ ذَاتِ الصَّدْعِ
dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan,"
(QS. At-Tariq: Ayat 12).

(Dan demi bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan) maksudnya retak-retak karena daripadanya keluar tumbuh-tumbuhan.

إِنَّهُ ۥ  لَقَوْلٌ فَصْلٌ
sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar firman pemisah (antara yang hak dan yang batil).
(QS. At-Tariq: Ayat 13).

(Sesungguhnya Alquran itu) yakni wahyu Alquran (benar-benar firman yang memutuskan) yang memisahkan antara perkara yang hak dan perkara yang batil.

وَمَا هُوَ بِالْهَزْلِ
dan (Al-Qur'an) itu bukanlah senda gurauan.
(QS. At-Tariq: Ayat 14).

(Dan sekali-kali bukanlah dia senda gurau) atau mainan dan kebatilan.

إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا
"Sungguh, mereka (orang kafir) merencanakan tipu daya yang jahat,"
(QS. At-Tariq: Ayat 15).

(Sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya) yaitu mereka melakukan tipu daya yang jahat terhadap diri Nabi muhammad saw.

وَأَكِيدُ كَيْدًا
dan Aku pun membuat rencana (tipu daya) yang jitu.
(QS. At-Tariq: Ayat 16).

(Dan Aku pun membuat rencana pula dengan sebenar-benarnya) maksudnya, Aku biarkan mereka bersenang-senang sesuka hatinya, tanpa mereka sadari bahwa hal itu merupakan Istidraj dari Aku, yang kelak Aku akan mengazab mereka dengan sepedih-pedihnya.

فَمَهِّلِ الْكٰفِرِينَ أَمْهِلْهُمْ رُوَيْدًۢا
Karena itu berilah penangguhan kepada orang-orang kafir. Berilah mereka kesempatan untuk sementara waktu.
(QS. At-Tariq: Ayat 17).

(Karena itu beri tangguhlah) hai Muhammad (orang-orang kafir itu, beri tangguhlah mereka) lafal Amhilhum mengukuhkan makna yang terkandung di dalam lafal Famahhil; dianggap baik karena lafalnya berbeda dengan yang pertama, artinya tangguhkanlah mereka itu (barang sebentar) dalam waktu yang singkat. Lafal Ruwaidan adalah mashdar yang mengukuhkan makna 'Amilnya. Ia adalah bentuk Tashghir dari lafal Rawdun atau Arwaadun yang mengandung makna Tarkhiim. Dan Allah swt. benar-benar mengazab orang-orang kafir itu dalam perang Badar. Akan tetapi ayat penangguhan ini dinasakh oleh ayat perang, yakni Allah memerintahkan Nabi-Nya supaya berjihad memerangi mereka.

baca ju: Kisah wanita cantik punya suami tua dan berakhlak buruk

sumber: http://goo.gl/MqhPUj

Sudah sampaikah kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?

berita tentang (hari Kiamat)?.



.هَلْ أَتٰىكَ حَدِيثُ الْغٰشِيَةِ
Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari Kiamat)?
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 1).

(Apakah) telah (datang kepadamu berita tentang hari kiamat) hari kiamat yang dinamakan hari yang menutupi karena pada hari itu semua makhluk diselimuti oleh kengerian-kengeriannya.



.وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خٰشِعَةٌ
Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk terhina,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 2).

(Banyak muka pada hari itu) yang dimaksud dengan ungkapan lafal Wujuuh atau muka adalah orang-orangnya, demikian lafal yang sama sesudahnya nanti (tunduk) terhina.



.عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ
(karena) bekerja keras lagi kepayahan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 3).

(Pekerja keras lagi kepayahan) maksudnya dalam keadaan lelah dan payah karena diikat dengan rantai dan belenggu.




تَصْلٰى نَارًا حَامِيَةً
mereka memasuki api yang sangat panas (neraka),
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 4).

(Memasuki) dapat dibaca Tashlaa dan Tushlaa, jika dibaca Tushlaa artinya dimasukkan ke dalam (api yang sangat panas).



.تُسْقٰى مِنْ عَيْنٍ ءَانِيَةٍ
diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas.
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 5).

(Diberi minum dari sumber yang sangat panas) atau dengan air yang sangat panas.



.لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِنْ ضَرِيعٍ
Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri,
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 6).

(Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri) Dharii' adalah sejenis pohon yang berduri, hewan ternak pun tidak mau memakannya karena duri itu keras lagi kotor.



.لَّا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِى مِنْ جُوعٍ
yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 7).

"(Yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar).


Penjelasan di syurga

.وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 8).

(Banyak muka pada hari itu berseri-seri) atau tampak cerah dan cantik.




.لِّسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ
"merasa senang karena usahanya (sendiri),
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 9).

(Karena usahanya) sewaktu di dunia yaitu karena ketaatannya (mereka merasa senang) di alam akhirat, yaitu sewaktu mereka melihat pahalanya.



فِى جَنَّةٍ عَالِيَةٍ
"(mereka) dalam surga yang tinggi,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 10).

(Dalam surga yang tinggi) secara nyata dan dapat mereka rasakan.



.لَّا تَسْمَعُ فِيهَا لٰغِيَةً
di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 11).

(Tidak kamu dengar) dapat dibaca Tasma'u dan Yasma'u, jika Yasma'u artinya tidak dia dengar (di dalamnya perkataan yang tak berguna) tiada seorang yang berkata melantur yang tidak ada gunanya.




.فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
"Di sana ada mata air yang mengalir."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 12).

(Di dalamnya ada mata air yang mengalir) lafal `Ainun sekalipun bentuknya Mufrad tetapi maknanya jamak.



.فِيهَا سُرُرٌ مَّرْفُوعَةٌ
Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 13).

(Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan) yaitu tempat kedudukan dan derajatnya ditinggikan.



.وَأَكْوَابٌ مَّوْضُوعَةٌ
dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya),"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 14).

(Dan gelas-gelas) yakni tempat-tempat untuk minum tanpa gagang (yang terletak) di setiap tepi mata air yang disediakan untuk peminum-peminumnya.




.وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ
dan bantal-bantal sandaran yang tersusun,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 15).

"L(Dan bantal-bantal) untuk bersandar (yang tersusun) atau dalam keadaan tersusun untuk tempat bersandar.



.وَزَرَابِىُّ مَبْثُوثَةٌ
dan permadani-permadani yang terhampar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 16).

(Dan permadani-permadani) yaitu permadani yang empuk lagi tebal (yang terhampar) dalam keadaan terbentang.



.أَفَلَا يَنْظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
Maka tidaklah mereka memerhatikan unta, bagaimana diciptakan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 17).

(Maka apakah mereka tidak memperhatikan) dengan perhatian yang dibarengi keinginan mengambil pelajaran; yang dimaksud adalah orang-orang kafir Mekah (unta bagaimana dia diciptakan?).




.وَإِلَى السَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
Dan langit, bagaimana ditinggikan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 18).

(Dan langit, bagaimanakah ia ditinggikan?).




.وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
Dan gunung-gunung bagaimana ditegakkan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 19).

(Dan gunung-gunung, bagaimana ia dipancangkan?).



.وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
Dan bumi bagaimana dihamparkan?"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 20).

(Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?) maksudnya dijadikan sehingga terhampar. Melalui hal-hal tersebutlah mereka mengambil kesimpulan tentang kekuasaan Allah swt. dan keesaan-Nya. Pembahasan ini dimulai dengan menyebut unta, karena unta adalah binatang ternak yang paling mereka kenal daripada yang lain-lainnya. Firman Allah "Suthihat" jelas menunjukkan bahwa bumi itu rata bentuknya. Pendapat inilah yang dianut oleh para ulama Syara'. Jadi bentuk bumi bukanlah bulat seperti bola sebagaimana yang dikatakan oleh para ahli ilmu konstruksi. Masalah ini sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan salah satu rukun syariat.




.فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنْتَ مُذَكِّرٌ
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 21).

(Maka berilah peringatan) berilah mereka peringatan yang mengingatkan mereka kepada nikmat-nikmat Allah dan bukti-bukti yang menunjukkan keesaan-Nya (karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan.



.لَّسْتَ عَلَيْهِمْ بِمُصَيْطِرٍ
"engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 22).

(Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka) menurut suatu qiraat lafal Mushaithirin dibaca Musaithirin yakni dengan memakai huruf Sin bukan Shad, artinya menguasai mereka. Ayat ini diturunkan sebelum ada perintah berjihad.



.إِلَّا مَنْ تَوَلّٰى وَكَفَرَ
kecuali (jika ada) orang yang berpaling dan kafir,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 23).

(Kecuali) tetapi (orang yang berpaling) dari keimanan (dan kafir) kepada Alquran, artinya ingkar kepadanya.




.فَيُعَذِّبُهُ اللَّهُ الْعَذَابَ الْأَكْبَرَ
maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 24).

(Maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar) yaitu azab di akhirat dan azab di dunia dengan dibunuh dan ditawan.



.إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَابَهُمْ
Sungguh, kepada Kamilah mereka kembali,"
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 25).

(Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka) maksudnya mereka akan kembali kepada-Nya sesudah mati.




.ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kamilah membuat perhitungan atas mereka."
(QS. Al-Gasyiyah: Ayat 26).

(Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka) atau memberikan balasan kepada mereka, Kami sama sekali tidak akan membiarkan mereka begitu saja, mereka pasti Kami hisab.


Sumber: http://goo.gl/MqhPUj